Booklet Studi ke Belgia

Dag, Bonjour, halo semua!

Untuk memudahkan kalian mengakses informasi mengenai studi ke Belgia, pendaftaran kuliah di Belgia, beasiswa dan informasi mengenai kehidupan di Belgia, kami rangkum di booklet ini.

Booklet tersebut bisa di download. semoga membantu teman-teman semua ya. Untuk pertanyaan lebih lanjut seputar studi di Belgia, dapat menghubungi kami di:

Salam perhimpunan!

WhatsApp-Image-2021-04-26-at-03.18.01

MilenialHub Berhasil Hubungkan Talenta Muda Inspiratif, Diaspora, dan Pucuk Pimpinan di Pemerintahan

Para narasumber dari Jakarta dan Brussels mendiskusikan inovasi saat ini, tantangan, dan peluang yang dapat digali di masa depan. MilenialHub yang diadakan oleh MilenialFest yang berbasis di Indonesia dan PPI Belgia ternyata disimak pula oleh diaspora Indonesia dari seluruh dunia.

JAKARTA dan BRUSSELS, 18 April 2021 – Sembari ngabuburit atau menunggu waktu berbuka puasa, sekumpulan anak muda saling berdiskusi dan menyimak gagasan dari para narasumber yang terdiri dari akademisi, anak muda pelaku startup, dan high government officials setingkat menteri.

Acara diawali dengan sambutan dari Ketua PPI Belgia Nadya Immanuella dan CEO MilenialFest Danial Iskandar. Keduanya merasa bersemangat karena antusiasme pembicara dan pesert ayang hadir. Kegiatan n ini diikuti secara interaktif di Zoom oleh total peserta mencapai 400 orang dan di-relay ke YouTube dan disaksikan lebih dari 600 orang.

Kemudian, dua mahasiswa Indonesia di Belgia, Rania dan Basyiruddin turut menyapa para peserta dan menceritakan pengalaman mereka menjalankan ibadah puasa di negara yang menjadi markas Uni Eropa tersebut. Saat ini, mereka menjalani puasa selama 15 jam. “Saya kangen jajanan buka puasa, terutama gorengan,” curhat Rania. Sementara, Basyir mengaku rindu salat tarawih berjamaah.

Sambutan pembuka disampaikan oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Belgia, Luxemburg dan Uni Eropa Andri Hadi. Andri mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan ini, khususnya karena topik yang dibahas terkait pengembangan sumber daya manusia. “PPI Belgia dan MilenialFest mampu menghadirkan narasumber yang sangat kapabel. Saya optimis MilenialHub akan menginspirasi kita semua untuk mewujudkan connectivity antara local talent dan global heroes. Hal tersebut tidak terlepas dari kehadiran dua menteri milenial dan sahabat saya Prof. Tegoeh dari KU Leuven,” ungkap Andri.

Kehadiran Erick Thohir dan Muhammad Lutfi

Dua menteri di Kabinet Indonesia Maju yakni Menteri BUMN Erick Thohir dan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi ikut hadri menjadi pembicara di MilenialHub.

Erick yang juga Ketua Komite Penanggulangan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) membuka materinya dengan memaparkan progres penanganan Covid-19 di Indonesia yang menurutnya sudah ada pada capaian yang positif dan promising.

Pendiri grup media Mahaka ini juga mengajak milenial untuk terjun menjadi wirausaha dan turut membuka lapangan kerja baru. “Saya ingin menggelitik adik-adik, saya ingin tantang agar berpartisipasi dalam job creation. Jangan mengandalkan pemerintah saja,” ungkapnya.

Yang menarik, Erick juga menyampaikan rencananya, yakni agar perusahaan BUMN membeli peternakan di Belgia. Erick langsung meminta Dubes Andri Hadi untuk mencarikan peternakan sapi tersebut, agar pemerintah Indonesia tidak hanya impor daging, namun dapat memiliki produknya dari hulu.

Sementara itu, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi, memaparkan performa komoditas unggulan ekspor yang dimiliki Indonesia. Menurut Lutfi, ekspor Indonesia masih didominasi sektor manufaktur. Selain itu, Lutfi juga mengungkap, bahwa komoditas dari UMKM belum menyeluruh sehingga masih minim yang dapat ikut dalam gelombang ekspor.

“Sekarang Kemendag sedang memberikan kampanye bukan hanya memperbaiki kualitas dan networknya dan membantu pendanaan atau modal capitalnya agar pelaku-pelaku ekonomi baru terutama milenial bisa jadi penggerak ekonomi nasional. Salah satunya dengan ekspor,” tutur Lutfi.

Selain itu, Lutfi juga memaparkan lansekap ekonomi dunia pada tahun 2045, termasuk masih kuatnya cengkraman Cina di ekonomi global, kebutuhan vaksinasi global untuk mendapai herd immunity, dan tren mata uang crypto dan bitcoin.

Yang menarik, Lutfi menuturkan, ancaman jika Gross Domestic Product Indonesia tidak bertumbuh, sehingga milenial Indonesia nanti akan ikut terjebak dalam middle income trap. “Challenge yang akan datang, dari US$ 4000 ini harus tumbuh US$ 12.500 sebelum demografi bonus kita habis. Melihat hitung-hitungan, bonus demografi kita akan habis pada 2038,” kata Lutfi.

Sesi Talkshow  

MilenialHub 2021 diisi dengan dua sesi talkshow yang mengusung topik talenta global dan sosok yang berpengaruh dalam industri kreatif. Talkshow pertama menghadirkan VP Mandalika GP Associations Cahyadi Wanda, Associate Professor KU Leuven Brussels Tegoeh Tjahjowidodo, Ketua Indonesia e-Commerce Association (IdEA) Bima Laga, dan Program Manager Google Asia Pacific Andari Gusman.

Pembicara pertama, Cahyadi Wanda, berbagi rencana dan progres kompleks turisme terpadu di Mandalika, Nusa Tenggara Barat. Selain sirkuit balap motor MotoGP, hingga 2024, Mandalika juga akan memiliki track tambahan untuk balap mobil, lapangan golf untuk pelaksanaan kompetisi setara PGA dan theme park. Menurut Cahyadi, sirkuit kelas dunia dan berbagai fasilitas pendukung dapat menjadi ajang pembuktian komitmen Indonesia dalam mewujudkan fasilitas dan event olahraga kelas dunia, sebagaimana yang sudah pernah dilakukan dalam penyelenggaraan Asian Games 2018 silam.

Sementara itu, perwakilan akademisi, Tegoeh Tjahjowidodo mengulas industri 4.0 dan kaitannya dengan latar belakang pekerjaannya saat ini di bidang industrial engineering. Menurut Tegoeh, perkembangan industri memungkinkan milenial merambah beberapa sektor, karena ada kebutuhan akan multidisciplinary aspects dalam menghadirkan solusi atau inovasi yang relevan.

Berbicara inovasi, Andari Gusman juga membagi pengalamannya. Dengan tanggung jawab sebagai Program Manager membawahi 13 negara di Asia Pacific, Andari lalu berkantor di Singapura. “Singapura sudah menjadi salah satu technology hub yang mampu meng-attract talenta terbaik, lalu menyediakan policy yang kondusif, serta memiliki world class infrastructure di bidang IT,” ungkap lulusan termuda Tuft University Massachusetts, Amerika Serikat ini.

Kemudian, sesi talkshow ditutup dengan paparan Ketua Umum IdEA Bima Laga. Mantan VP di Bukalapak ini menyatakan, saat ini jumlah UMKM di Indonesia mencapai 59,2 juta, namun faktanya masih ada gap teknologi, sehingga UMKM yang go digital baru 8 juta. Padahal, teknologi membuat produk dan kapasitas pelaku UMKM bisa lebih dimaksimalkan. Pemasaran ke ranah global pun menanti produk lokal yang memiliki potensi.

Pada sesi talkshow kedua tentang local creative heroes, MilenialFestPada sesi talkshow kedua tentang local creative heroes, MilenialFest menghadirkan para talenta muda dari Indonesia dan Belgia. Para pembicara di sesi kedua yakni CEO Vokraf Fina Silmi, CEO Too Good to Go Belgia Franco Prontera, serta CEO dan Co-Founder Amartha Andi Taufan Garuda Putra.

Vokraf adalah startup EduTech Indonesia yang telah menjadi mitra platform edukasi online pada inisiatif besar dari pemerintah yakni Kartu Prakerja dan UMKM Go Online dari Kementerian BUMN. Fina yang juga lulusan Institut Teknologi Bandung membagi kisahnya membangun Vokraf sekaligus kebanggaan dari segenap keluarga besar Vokraf karena telah memberi impact pada pembangunan sumber daya manusia di Indonesia.

Sementara itu, berbicara secara virtual dari London, Franco Prontera memberikan latar belakang berdirinya Too Good to Go (TGTG). TGTG adalah inisiatif anak muda global yang telah established di berbagai negara, termasuk di Belgia. Inisiatif ini berbentuk aplikasi mobile yang memungkinkan pelaku usaha food and beverages tersambung dengan mereka yang memerlukan makanan. Solusi yang diupayakan TGTG bertujuan mengurangi food waste, menjaga keseimbangan lingkungan, dan yang terpenting membantu mereka yang memerlukan makanan.

MlenialHub ditutup dengan sharing dari Andi Taufan Garuda Putra. Andi yang merupakan lulusan Harvard menyatakan, “Amartha dibangun untuk menghubungkan mereka yang ingin berinvestasi sosial namun tidak memiliki wadah.” Amartha memiliki target untuk mengumpulkan Rp 500 miliar untuk disalurkan untuk usaha masyarakat desa.

Tentang MilenialHub
MilenialHub adalah program kerja sama antara MilenialFest dengan perkumpulan pelajar Indonesia di luar negeri maupun dengan komunitas berbasis anak muda lainnya. Pada seri pertama, MilenialHub bekerja sama dengan PPI Belgia dan menghadirkan sesi talkshow dan inspiring speech, tempat bertemunya gagasan lokal yang berwawasan global.

Informasi mengenai MilenialHub seri pertama lewat Instagram @milenialfest dan @ppibelgia.

Foto kegiatan dapat diakses di: https://drive.google.com/drive/folders/1KuiYY_zBJNAiddlHPkbjxdZktQbToi8l?usp=sharing

Video kegiatan dapat diakses di:
https://www.youtube.com/watch?v=J3rVHF1_RaM&t=5477s

bsbi-003

Indonesian Arts and Culture Scholarship (IACS)

Fully Funded Program Offered to Explore Wonderful Indonesia!


Based on the latest research conducted by the Ministry of Education and Culture, it is revealed that Indonesia has around 250 tribes which each of them, amazingly, has a different culture and language! Do you want to know how Indonesians manage all of it? Are you interested in learning a few of those languages, dances or arts while exploring the beautiful land of Indonesia, here is your chance!

Indonesia, through the Ministry of Foreign Affairs, since 2013 has been offering to foreigners and Indonesians a fully funded art and culture program, slash cultural scholarships. The aim is to introduce the world Indonesian cultures and to help youth understand the tolerance in a diverse environment. So, anyone from anywhere can apply, as long as you meet the requirements.

This must be wonderful news for everyone. Especially for you, young people aged 21-27 years old who are open-minded and have great respect for diversity in the world. If you are still in a high school, no worries, you have another chance next year or the year after it and after again, as once more this is an every year program.

IACS 2019 covers a round trip flight tickets, accommodation, tuition fee, local transportation and monthly allowance in Indonesian Rupiah (IDR) which is almost everything that you need to enjoy this wonderful country. The program itself, as planned, will run for 3 months from April to June 2019.

Herewith, for further information, we attached the official written information about the program IACS 2019 and Registration form 2019.

For our foreigner friends, you have to deliver the documents needed to the Indonesian Embassy in your country or Indonesian Consulate in your city, the latest on 1st November 2018. Those who are residing in Belgium and Luxembourg can reach the Indonesian Embassy for Belgium and Luxembourg at Avenue de Tervuren 294, 1150 Woluwe St Pierre, Brussel.

And for our Indonesian brothers and sisters, you have to send the documents to Kementrian Luar Negeri by 11 November 2018. (Yana)

Semoga beruntung! Good luck! Veel succes! Bonne chance!

Source: KBRI Belgia dan Luksemburg, Publikasi Data Kemendikbud 

 

screenshot-2019-03-19-at-23.46.10-edited

Workshop Academic Writing PPI Belgia

Bagi mahasiswa S1, S2 maupun S3, ¨menulis¨ pasti lah menjadi sebuah kewajiban, baik sebagai tugas penunjang di kelas maupun tugas akhir studi. Oleh sebab itu, PPI Ghent dan PPI Belgia mengadakan seminar Academic Writing pada akhir pekan lalu, Sabtu, 16 Maret 2019.

Seminar itu mengundang pembicara putra-putri Indonesia yang sudah berpengalaman dalam bidang tulis-menulis akademis, yakni peneliti senior University of Ghent Dr Johanna R Oktavia, dan dua mahasiswa PhD dari kampus yang sama, Wahyu Wijaya dan Galuh S Indraprahasta.

Screenshot 2019-03-19 at 23.44.49 - Edited
Screenshot 2019-03-19 at 23.44.56 - Edited

Seminar dan workshop diikuti para perwakilan PPI Kota di seluruh Belgia. Mereka diminta membuat contoh abstrak (pendahuluan) makalah atau tugas akhir untuk bahan latihan.

Bagi yang tidak sempat hadir di workshop namun tertarik untuk mengakses materi dan tips menulis dari para pembicara, silahkan kontak admin PPI Belgia.

Workshop Academic Writing PPI Belgia 2019

Selamat menyelesaikan tugas akhir, para PPI-ers yang berniat menyelesaikan tugas akhir dan berencana lulus musim panas ini!

Salam dari PPI Belgia!