Persiapan Keberangkatan ke Belgia

Selamat!! Kamu sudah selangkah lebih dekat menuju mimpi kamu di Belgia. Sebelum berangkat ke Belgia, ada beberapa hal yang perlu kamu siapkan. Yuk simak!

Dokumen Penting

Pastikan dokumen-dokumen penting tidak tertinggal. Ada baiknya menyimpan dokumen-dokumen tersebut dalam dua versi: printed document yang disimpan di hand/cabin luggage dan e-document (scan) baik yang disimpan di gadget maupun diupload ke cloud storage. Dokumen apa saja sih yang penting untuk dibawa ke Belgia? Cek checklist dokumen berikut ini ya:

  1. Paspor
  2. Visa
  3. Tiket pesawat dan boarding pass
  4. Letter of Acceptance ( LoA)
  5. Legalisir ijazah
  6. Legalisir transkrip
  7. Scholarship certificate atau Letter of Guarantee (LoG)
  8. Pas foto berwarna (ukuran visa, background putih)
  9. Medical certificate
  10. Sertifikat asuransi perjalanan (jika ada)
  11. Kontak darurat
    • Kontak keluarga di Indonesia
    • Kontak keluarga/kerabat di Belgia/Eropa jika ada
    • Contact person coordinator program di kampus
    • Kontak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Belgia: Woluwedaal 38, Brussel, Telp. +32 2 779 09 15; Avenue de Tervuren 294, Brussel, Telp. +32 2 771 26 66.
Aplikasi Visa

Untuk pengurusan visa studi ke Belgia, Anda harus datang ke Kedutaan Besar Belgia di Indonesia, dan Anda perlu menyerahkan beberapa dokumen berikut:

  1. Paspor dengan masa berlaku minimal 12 bulan
  2. Formulir visa yang akan diberikan oleh kedutaan
  3. Dua lembar foto berwarna dengan latar belakang putih, berukuran 3,5 cm x 4,5 cm
  4. Letter of admission
  5. SKCK terbaru dengan tujuan “Study in Belgium”. Dokumen ini harus dilegalisir oleh Kemenkumham, Kemlu, dan Kedutaan Belgia
  6. Medical certificate dari salah satu dokter yang ditunjuk oleh Kedutaan Belgia, yang bisa ditemukan di link ini
  7. Kopi legalisir ijazah dan transkrip yang terbaru (kurang dari 6 bulan). Beberapa ketentuan untuk ijazah dan transkrip:
    • Jika Anda lulusan universitas negeri, dokumen ini harus dilegalisir oleh Kemenkumham, Kemlu, dan Kedutaan.
    • Jika Anda lulusan universitas swasta, kedua dokumen harus dilegalisir dulu oleh DIKTI sebelum ke kedua Kementerian dan Kedutaan.
    • Jika sudah dalam Bahasa Inggris (diterjemahkan oleh pihak universitas), maka tidak perlu diterjemahkan lagi.
    • Ijazah dan transkrip asli juga harus dilampikar saat legalisasi di Kedutaan
  8.  Bukti pembiayaan. Ada tiga jenis pembiayaan yang bisa Anda pilih:
    • Blocked account: mentransfer sejumlah uang ke pihak universitas, dan pihak universitas akan membantu anda untuk membuka rekening bank. Pihak universitas akan mentransfer uang tersebut ke rekening anda selama 12 bulan.
    • Bijlage 32 atau sponsor letter: orang yang menjadi sponsor Anda harus menandatangani formulir sponsor di Kedutaan Belgia. Informasi mengenai hal ini dapat dilihat pada link berikut ini
    • Beasiswa
  9. Biaya visa sebesar EUR180
  10. Contribution fee sebesar EUR 204 untuk universitas negeri / EUR 358 untuk universitas swasta yang ditransfer ke Kantor Imigrasi di Brussels

Jika tidak dapat melakukan prosedur legalisasi sendiri, Anda bisa menunjuk salah satu agen administratif yang dapat membantu anda, bisa di temukan di link berikut ini .

Sumber: informasi dari Kedutaan Belgia di Indonesia tahun 2019

Prosedur Legalisir Dokumen Indonesia
  1. Legalisasi dokumen asli oleh:
    • Kementerian Hukum dan H.A.M. (Ministry of Law and Human Rights) Legalisation Section Gedung Ciks. Jl. Cikini Raya No. 84-86, Jakarta Pusat
    • Kementerian Luar Negeri (Ministry of Foreign Affairs) Directorate of Consular Affairs – Legalisation Section Jl. Taman Pejambon 6, Jakarta Pusat
  2. Translation by a sworn translator
  3. Legalisasi dokumen yang sudah diterjemahkan
    • Kementerian Hukum dan H.A.M. (Ministry of Law and Human Rights) Legalisation Section Jl. Rasuna Said 3, Kuningan, Jakarta Selatan
    • Kementerian Luar Negeri (Ministry of Foreign Affairs) Directorate of Consular Affairs – Legalisation Section Jl. Taman Pejambon 6, Jakarta Pusat
  4. Legalisasi oleh Kedutaan Belgia di Indonesia

Note:

  • Legalisasi oleh KEMENKUMHAM dapat dilakukan pada link berikut ini 
  • Legalisasi oleh KEMENLU dapat dilakukan melalui aplikasi PlayStore “Legalisasi Dokumen Ditjen Protokol & Konsuler”.
Barang Bawaan

Uang dan Alat Transaksi Finansial

Transaksi di Belgia menggunakan mata uang Euro. Siapkan uang Euro secukupnya dalam bentuk pecahan kecil 5; 10; 20 Euro untuk keperluan membeli tiket transportasi umum, SIM card, dan kebutuhan harian saat awal kedatangan.

Kartu ATM yang dibawa dari Indonesia dapat digunakan untuk menarik uang tunai di ATM Belgia selama kartu tersebut memiliki logo VISA atau Mastercard atau Maestro. Kartu Kredit juga dapat digunakan di sini apabila kamu sudah melaporkan dahulu ke pihak bank di Indonesia yang besangkutan. Akan tetapi, penggunaan kartu kredit tidak terlalu dibutuhkan untuk kehidupan di Belgia, kecuali untuk pembayaran tiket pesawat.

Pakaian

Jika kamu bingung pakaian apa yang akan kamu kenakan ketika akan terbang menuju Belgia, pastikan kamu mengecek informasi iklim Belgia atau kota yang kalian tuju. Umumnya, di bulan September, Belgia dalam masa peralihan dari summer ke autumn, sehingga cuacanya cerah berangin atau terkadang hujan berangin.

Bawalah baju secukupnya. Di Belgia terdapat banyak toko atau outlet baju dengan berbagai pilihan bahan, harga, dan desain. Untuk mengantisipasi kasus bagasi tertinggal, siapkan baju cadangan di tas kecil untuk 1-2 hari.

Berbicara seputar pakaian, bawalah baju batik atau pakaian tradisional khas Indonesia setidaknya dua buah untuk acara resmi terutama kegiatan PPI ataupun kegiatan di KBRI.

Pangan dan Keperluan Lainnya

Untuk kebutuhan perut, sebenarnya Belgia sudah cukup nyaman untuk warga Indonesia kunjungi dan huni. Bagi teman-teman yang muslim, sudah terdapat banyak toko dan restoran yang menjual makanan halal. Bagi teman-teman yang mudah kangen makanan Indonesia, sudah juga terdapat banyak asian store di kota besar yang menjual produk Indonesia yang diimpor oleh perusahaan distributor asal Belanda. Bahkan cabe pun ada kok!

Akan tetapi, jika kamu ingin membawa beberapa makanan dari rumah, juga tidak masalah. Pastikan makanan basah tervacuum atau ditaruh di wadah kedap udara seperti lunch box. Bawalah persediaan makanan secukupnya untuk 1-3 hari sebagai persediaan darurat di kala kamu belum begitu mengenal lingkungan, misalnya: abon, kering tempe, roti, noodle cup.

Selain makanan, kamu juga perlu memperhitungkan barang-barang di bawah ini:

  1. Obat-obatan pribadi wajib dibawa jika memang kamu mengidap penyakit tertentu. Dikhawatirkan obat-obatan yang sama sulit ditemukan di Belgia. Remeh tapi penting, bawalah obat-obatan atau produk herbal khas Indonesia seperti tolak angin, minyak kayu putih maupun koyo. Kamu mungkin tidak terbiasa mengonsumsi ini, tapi berdasarkan pengalaman banyak teman PPI, produk-produk tersebut sangat membantu untuk menghadapi perubahan iklim Belgia yang tak menentu.
  2. Kacamata: bagi kamu yang memiliki gangguan kesehatan mata dan mengenakan kacamata, bawalah dua kacamata sebagai cadangan. Harga pembuatan kacamata di Belgia mahal, bro sist.
  3. Kak perlu bawa ricecookerRicecooker maupun perlengkapan elektronik serta perlengkapan masak lainnya tersedia lengkap di Belgia. Jika kamu ingin mencari perlengkapan umum tersebut dengan harga miring atau bahkan cuma-cuma, biasanya beberapa anggota PPI senior menyediakan barang hibahan, atau kamu bisa mencarinya di toko secondhand.
  4. Masih berbicara seputar elektronik, colokan (plug) dan socket listrik di Belgia memiliki karakteristik yaitu 2 kaki dan 1 lubang (tipe E, lihat gambar).